Archive for April, 2008

Edie Sedgwick part 1

April 30, 2008

Edie SedgwickEdith Minturn “Edie” Sedgwick (April 20, 1943 – November 16, 1971) adalah seorang aktris dan juga socialite yang membintangi beberapa film pendek karya Andy Warhol di tahun 1960an.

Edie Sedgwick dilahirkan di Santa Barbara, California; dari pasangan Alice Delano de Forest dan Francis Minturn Sedgwick.

Maret 1965, Sedgwick bertemu dengan seorang seniman dan juga pembuat film beraliran avant-garde, Andy Warhol di apartemen Lester Persky’s. Sejak saat itu ia mulai rutin mengunjungi The Factory (sebutan bagi studio tempat Andy warhol bekerja) secara reguler bersama temannya, Chuck Wein. Pada salah kunjungannya tersebut, Warhol sedang membuat satu film yang berjudul Vinyl, dan walaupun sebenarnya seluruh pemeran film tersebut adalah pria, Warhol memasukkannya ke dalam film tersebut. Ia juga berperan kecil dalam film Warhol lainnya, Horse; ketika ia masuk menjelang akhir film tersebut. Sejak itu Warhol mulai menunjukan ketertarikannya pada Edie dan memutuskan untuk membuat beberapa karya untuk dibintangi oleh Edie.

Filmography:

  • Vinyl (non-speaking role, 1965)
  • Horse (non-speaking role, 1965)
  • Bitch (1965)
  • Screen Test No. 1 (1965)
  • Screen Test No. 2 (1965)
  • Poor Little Rich Girl (1965)
  • Face (1965)
  • Restaurant (1965)
  • Kitchen (1965)
  • Afternoon (1965)
  • Beauty No. 1 (1965)
  • Beauty No. 2 (1965)
  • Space (1965)
  • Factory Diaries (1965)
  • Outer and Inner Space (1965)
  • Prison aka Girls In Prison (1965)
  • Lupe (1966)
  • The Andy Warhol Story (1966)
  • **** aka The Four Star Movie (1966/67)
  • Diaries, Notes and Sketches (1970)
  • Ciao! Manhattan (1972)

Walaupun film-film Andy Warhol pada umumnya tidaklah sukses secara komersil, dan sangat jarang ditayangkan diluar The Factory, popularitas Edie Sedgwick mulai berkembang pesat seiring liputan media mengenai penampilannya di film-film underground Andy Warhol, yang diwarnai dengan gaya busananya yang tidak biasa seperti baju Black Leotards, setelan mini, dan anting-anting gantung berukuran besar. Edie juga memotong pendek rambutnya dan mencat rambut coklat naturalnya dengan warna silver, senada dengan warna wig yang dipakai Warhol. Andy Warhol menyebut Edie sebagai Superstarnya, dan seringkali terlihat bersama dalam berbagai acara sosial.

Pop Art

April 30, 2008

Pop art adalah sebuah pergerakan seni visual yang mulai berkembang di Inggris pada pertengahan 1950an, dan di Amerika Serikat pada akhir 1950an. Istilah pop art sendiri sering dikreditkan kepada seorang kritikus seni/kurator Inggris yang bernama Lawrence Alloway dalam essainya yang berjudul The Arts and The Mass Media. Dicirikan oleh tema dan teknik gambar dari kebudayaan massa populer, seperti komik dan periklanan, pop art seringkali diinterpretasikan secara luas sebagai reaksi atas abstraksionisme yang dominan ketika itu maupun sebagai sebuah ekspansi terhadap seni abstrak tersebut.

Kalangan pop art ini, Andy Warhol, Roy Lichtenstein, dll., ingin “mengembalikan” kesenian atau senirupa ke dalam kehidupan publik sehari-hari. Itulah sebabnya Warhol menjadikan produk rumah tangga, makanan, minuman, merek, bintang film, iklan, dll., sebagai bahan eksplorasi. Lalu, dalam perkembangannya, penggunaan istilah pop dirancukan dengan istilah populer yang berasal dari popular culture, yang mengindikasikan fenomena kebudayaan massa, atau kebudayaan hiburan. Sebuah kondisi masyarakat yang hidup dalam gairah industri dan teknologi produksi yang mengejar kuantitas, jumlah besar. Padahal, gerakan pop art hanyalah kegiatan sekelompok seniman ”serius namun ugal-ugalan”, yang melegitimasikan karya mereka sebagai seni publik.

200 Campbell’s Soup CansWalaupun Andy Warhol bukanlah seniman pertama yang mengadaptasi iklan menjadi sebuah seni, sampai saat ini ia diakui sebagai praktisi pop art terbaik. Dengan karyanya, “200 Campbell’s Soup Cans” (1962) dan “Marylin Monroe Diptych” (1962), Warhol mencoba mengangkat reproduksi mekanis dari status seni murni.

Sama halnya dengan seniman Roy Lichtenstein yang mengadaptasi strip komik di masa mudanya sebagai inspirasi dari karyanya yang menggambarkan action drama sensasional yang dibuat dengan printer dot murah yang diperbesar. Karyanya ini sangatlah sukses.

Pop art didesain berdasarkan masyarakat dan untuk masyarakat, walaupun hanya bisa dibuat oleh orang-orang tertentu. Popularitas pop art kemudian memudar di akhir era 60an setelah munculnya seni abstrak ekspresionis, namun kini pop art sudah mulai diminati lagi dan popularitas dua aliran seni itu kini sangat hebat.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.